Minggu, 24 Februari 2013

Oskar Riandi dan Teknologi untuk Bahasa Indonesia

 Artikel profil ini telah dimuat di detik.com pada hari Selasa, 19 Juni 2012 16:59 WIB

Jakarta - Menyaksikan manusia berdialog dengan robot menggunakan bahasa Inggris di layar kaca, membuat seorang anak lelaki tertegun. Kagum. Bagaimana mungkin hal itu terjadi? Beruntung, anak ini tak pernah tahu bahwa itu trik kamera dan editing, sehingga mimpi bisa bicara dengan robot tetap tertanam dalam benaknya.

Kini, 40 tahun kemudian, dia berhasil membuat orang bicara dengan robot. Lebih canggih dari yang dia tonton dulu, karena robotnya paham bahasa Indonesia! Oskar Riandi, bocah kecil itu, telah 'berubah' menjadi pencipta robot.

Robot buatan Oskar bukan mesin yang bergerak, tetapi mesin pemikir. Mesin yang dengan tekun mencatat kata demi kata untuk langsung ditampilkan di layar komputer. Ide awalnya sederhana tetapi mulia, yaitu bagaimana agar saudara-saudara kita yang mempunyai keterbatasan fisik dapat turut menikmati kemajuan teknologi komputasi.

*Tulisan lengkap dapat dibaca pada tautan ini:

http://news.detik.com/read/2012/06/19/165941/1945371/608/oskar-riandi-dan-teknologi-untuk-bahasa-indonesia

Pulang, unjuk gigi Leila S Chudori

Resensi novel PULANG karya Leila S. Chudori  ini dimuat di antaranews.com hari Minggu, 23 Dessember 2012. 

Jakarta (ANTARA News) - 12-12-12, menjelang pukul 12 malam, teman saya memasang foto profil dirinya bersanding dengan Reza Rahadian. Ketika saya komentari, dia berkata, bertemu ganteng of the year itu di peluncuran novel Pulang. Titik. 

Esoknya, entah mengapa, tiba-tiba saya menulis status di Facebook bahwa saya kangen pada karya Leila S. Chudori. Baru 2 hari kemudian saya mengetahui, Pulang adalah novel terbaru Leila S. Chudori!

Pada kesempatan pertama ke Gramedia saya tidak butuh waktu lama memilih buku. Pulang, tujuan saya. Jelas.

Dari halaman akhir novel ini saya mengetahui, 12-12-12 bukan sekedar tanggal cantik, tetapi juga tanggal istimewa. Leila S. Chudori tepat berusia 50 tahun. Selamat ulang tahun, mbak! Pasti luar biasa rasanya menghadiahi diri dengan sebuah karya utama di usia emas.

Membaca halaman-halaman pembuka, meletupkan banyak “Aha !” di benak saya.

Membangkitkan memori atas berbagai karya dia, dulu. Karena, saya merasa Leila sedang bercerita tentang dirinya, tentang masa lalu keluarganya. Settingnya pas sekali untuk mengambil kesimpulan itu.

Tokoh utama Pulang adalah wartawan sebuah Kantor Berita di dekat jalan Sabang. Walau disebut Nusantara, kita semua tahu di dekat jalan Sabang ada Kantor Berita Antara. Dan belum lama ini saya tahu, ayah beliau dulu wartawan Antara. Mengingat tema dan cara penyampaian cerita yang berani dan melampaui zamannya, dulu, saya kini merasa paham mengapa dia bisa menulis begitu.


*Tulisan lengkapnya dapat dibaca pada tautan berikut:

http://www.antaranews.com/berita/349880/pulang-unjuk-gigi-leila-s-chudori